Spesialis Penyakit dalam (Ginjal-Hipertensi): Gejala Penyakit dan Cara Mencegahnya

spesialis penyakit dalam

Spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) merupakan dokter yang memiliki spesialis terkait pemeriksaan kesehatan seluruh organ tubuh, keahlian lebih ini lebih baik dibandingkan dengan dokter umum. Dokter spesialis biasanya memberikan pengelolaan medis terhadap penyakit yang mempengaruhi. Peran dokter ini adalah melakukan diagnosis dan penanganan terhadap penyakit yang dialami oleh orang dewasa dan lansia yang termasuk akut hingga kronis, memberikan rekomendasi dalam merawat penderita untuk sembuh dari penyakit, dan memberikan pemahaman mengenai penyakit yang dialami mulai cara menjaga dan mencegah penyakit semakin parah.

Salah satu bagian dari spesialis penyakit dalam adalah memberikan pengobatan dan penanganan kepada penderita penyakit ginjal, berikut adalah jenis-jenis penyakit ginjal:

• Infeksi ginjal yang terjadi karena adanya bakteri dalam kandung kemih dan naik ke salah satu bahkan kedua ginjal yang memberikan komplikasi pada saluran kemih.
• Batu ginjal merupakan penyakit yang disebabkan oleh garam dan mineral yang mengeras karena urin terlalu pekat hingga membentuk kristal.
• Penyakit ginjal polikistik merupakan penyakit turunan dengan adanya kantong berisi cairan dalam ginjal namun tidak parah tetapi dapat menurunkan fungsi dari ginjal.
• Gagal ginjal merupakan kondisi ginjal yang tidak berfungsi dan membuat tumpukan garam dan zat kimia yang mempengaruhi fungsi tubuh lainnya.
• Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit turunan selama tiga bulan karena tidak berfungsinya ginjal.

Untuk diagnosis penyakit ginjal melalui tes urin dengan mengetahui kadar albumin yang terdalam dalam urin. Jika terdapat albumin maka ginjal tidak berfungsi dan kadar albumin menjadi berkurang dalam darah. Tes darah merupakan pemeriksaan kadar kreatinin yang berasal dari jaringan otot. Tes darah akan menunjukkan laju FGR yang menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal dan memperlihatkan Hb yang menurun karena produksi sel darah merah berkurang. Dapat juga melakukan pemindaian dengan CT scan pada saluran kemih yang memungkinkan terlihat adanya batu ginjal dan polikistik.

Selain ginjal, spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) menangani penyakit hipertensi yang terdiri dari dua jenis diantaranya:

• Hipertensi primer merupakan hipertensi yang terjadi bertahap dalam beberapa tahun dan terjadi karena faktor genetik. Penyebabnya adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan kandungan garam tinggi, malas gerak, mengonsumsi alkohol, obesitas, stress dan merokok.
• Hipertensi sekunder merupakan tekanan darah yang terus meningkat secara tiba-tiba. Kondisi hipertensi memicu gangguan kelenjar adrenal, penyakit ginjal, termasuk tumor ginjal maupun penyempitan dan penyebab tersumbatnya arteri utama pensuplai ginjal, mengonsumsi obat-obatan, preeklampsia, masalah tiroid, koarktasio aorta dan mengalami sleep apnea dimana saat tidur hela nafas terjadi dengan singkat.

Hipertensi dapat beresiko adalah usia karena semakin bertambahnya umur maka pembuluh darah kaku sehingga tekanan darah akan terus naik. Anak-anak memiliki potensi untuk menderita hipertensi karena masalah pada ginjal dan jantung. Selain itu adanya riwayat hipertensi dalam keluarga sehingga akan beresiko pada keturunan. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh pria hingga usia 64 tahun sedangkan 65 tahun keatas wanita akan lebih rentan mengalami hipertensi.

Spesialis penyakit dalam (ginjal-hipertensi) akan merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang tidak berlemak dan kolesterol untuk penderita penyakit ginjal dan hipertensi. Disarankan untuk meminum susu bebas lemak dan ikan, ayam serta kacang-kacangan. Sebaiknya penderita tidak mengonsumsi daging merah maupun makanan manis serta minuman yang mengandung gula. Bagi penderita ginjal dan hipertensi maka sebaiknya meningkatkan aktifitas tubuh sehingga akan menurunkan tekanan darah dan secara tidak langsung akan menyehatkan organ tubuh lainnya.