Mengenal dan Mengetahui Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit yang ditakuti para wanita. Seperti namanya, kanker ini menyerang leher rahim, yaitu timbulnya tumor pada leher rahim yang berkembang ganas dan akhirnya menjadi kanker. Kanker serviks sendiri merupakan salah satu kanker yang paling sering menyerang wanita, bahkan menempati posisi ke 4 menurut Badan Kesehatan dunia(WHO). Namun, apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini dan seperti apa penanggulangannya? Berikut ini ulasannya.

Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Human papillomavirus atau HPV adalah penyebab paling banyak seseorang terserang kanker serviks. HPV sendiri memiliki banyak varian, sekitar seratus jenis yang ditemukan. Untuk virus HPV yang menyebabkan kanker serviks sendiri ada 13 macam yang diketahui. Cara penyebaran paling mudah adalah melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu mengapa kegiatan seksual perlu diperhatikan dengan baik, seperti menggunakan pengaman dan hindari berganti-ganti pasangan.

Lalu, seperti apa kerja HPV dalam menyerang leher rahim wanita?

Virus HPV penyebab kanker serviks yang masuk ke dalam tubuh akan menghasilkan 2 jenis protein, yakni yang disebut E6 dan E7. Jenis protein tersebut sangat berbahaya karena akan membuat gen-gen tertentu dalam tubuh menjadi tidak aktif. Gen yang dinonaktifkan tersebut padahal bekerja untuk menghentikan tumor yang akan berkembang.

Terlebih, dua jenis protein tadi juga menyebabkan sel-sel yang ada di dinding rahim bertumbuh secara agresif dan tidak normal. Hal itu pun membuat gen mengalami perubahan atau bermutasi, dan oleh sebab mutasi itulah menghasilkan kanker serviks.

Meskipun tidak semua HPV menyebabkan kanker, tetapi ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek kondisi tubuh. Beberapa HPV ada yang menyebabkan kutil, atau penyakit selain kanker serviks, dan tentu saja perlu penanganan yang berbeda.

Direkomendasikan untuk para wanita untuk melakukan tes pap smear demi mencegah risiko terkena kanker. Terlebih, ketika terkena HPV sering kali tidak ada gejala atau pertanda apa pun, sehingga ketika sudah terjadi kanker, penanganannya jadi lebih rumit.

Beberapa Faktor Risiko Terkena Kanker Serviks

Faktor paling besar terkena kanker serviks adalah terinfeksi HPV melalui perilaku seksual yang berisiko. Misalnya seperti penggunaan sex toys yang sama berulang-ulang, atau berhubungan tanpa kondom dengan berganti-ganti pasangan. Wanita yang tidak mendapat vaksin HPV juga lebih rentan terkena kanker serviks.

Faktor lain yang meningkatkan risiko kanker serviks adalah kebiasaan merokok, yang mana kandungan zat kimia pada tembakau menyebabkan beberapa keluhan pada tubuh. Selain itu, seseorang dengan gangguan sistem imun seperti penderita HIV, atau melakukan pengobatan yang memicu ketidakstabilan imun akan sangat berpengaruh besar pada peningkatan risiko kanker serviks.

Untuk mengurangi risiko tersebut, ada baiknya Anda mulai mengubah pola makan dan gaya hidup. Misalnya seperti sering memakan sayur dan buah, serta berolahraga untuk kebugaran tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *